Showing posts with label Telkomspeedy. Show all posts
Showing posts with label Telkomspeedy. Show all posts

Trik berlangganan "Speedy" murah

Seperti kita tahu biaya koneksi internet relatif masih mahal terutama "speedy".  Bukan rahasia umum lagi DISCOUNT hanya berlaku untuk pelanggan baru bukan pelanggan loyal. Sementara ini discount 50%  selama 1 tahun berlaku untuk pelanggan baru paket 384KBPS dari tarif normal 199 ribu menjadi 100 ribu. Sedangkan paket 1MB, 2MB dan 3 MB discount hanya berlaku selama 3 bulan. Berikut ini beberapa alternatif trik berlangganan speedy murah sesuai dengan resiko dan promo yang berlaku di daerah masing-masing.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Trik Intip Nomor dan Password Speedy

Sering terjadi pelanggan speedy lupa atau tidak tahu password speedy yang mereka pakai. Jadi kalo ganti modem harus telpon 147 berkali-kali nunggu antrian dilayani. Ternyata untuk melihat Nomor dan Password Speedy sangatlah mudah tanpa harus lapor ke 147. Caranya yaitu:

Klik disini untuk melanjutkan »»

TELKOM berubah wajah




Operator telekomunikasi terkemuka PT.Telkom Tbk menyambut “Tahun Kerbau 2009” ini bukan saja dengan tekad meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja, tapi konon akan meluncurkan struktur organisasi baru dari 7 Divisi Regional (Divre) menjadi hanya 3 Divre, membentuk Divisi baru khusus mengelola bisnis Flexi dan mengganti logo lama dengan logo baru.

Sebagai operator kelas dunia yang bersaing ketat dengan operator lainnya di dalam negeri untuk menjadi market leader, Telkom yang sudah go public internasional sejak 1996 ini tak pernah termenung menghabiskan waktu. Solusi dan inovasi selalu diluncurkan Direkrorat Konsumer untuk meningkatkan citra, memberikan kepuasan kepada pelanggan dan menjadi yang terdepat dalam berbagai hal.

Menuju “penyitraan terbaik” memang bukan pekerjaan gampang. Butuh komitmen seluruh jajaran operator ini dari mulai kasta terendah sampai ke puncak kasta tertinggi Direksi Telkom. Untuk itu dibutuhkan sinergi karena sinergi bukan proses yang bersifat instant. Melainkan memerlukan tahapan waktu dan formulasi strategi yang tepat untuk mengimplementasikannya. (Patriot Februari 2009).

Sinergi bukan merupakan pilihan, tapi merupakan keharusan menuju leading infocom player. Hal ini disadari jajaran perusahaan ini karena secara bisnis, kekuatan group bisa memberikan keunggulan nyata yang sulit dikejar para pesaing. Sebab itu sinergi harus menyentuh area product, services dan billing.

Perusahaan dengan 25.000 lebih tenaga kerja saat ini jauh hari sebelumnya telah melakukan gerakan yang tepat dalam mengoptimalkan potensi melalui sinergi group. Keputusan strategis ini memberikan layanan infocom terlengkap dengan kualitas super ketimbang lawan-lawannya.

Kini pertempuran di bisnis infocom sudah sedemikian ketatnya, nyaris merupakan perang saling mematikan melalui perang tariff yang belum juga berakhir. Bahkan para pakar memformulasikan bahwa suksesnya sinergi tergantung pada suksesnya perpaduan dari 3W yakni winning concept, winning system dan winning team.

Operator ini memperkuat layanan informasi dan komunikasi (infocom) di segmen korporasi di mana memasuki tahun 2009 lalu meluncurkan produk baru Telkom i-SURE (integrated Service Assurance Center) dan menjalin kerjasama strategis dengan National Computer System (NCS). Ini merupakan upaya strategis perusahaan tersebut untuk memberikan layanan prima dari ujung ke ujung (end to end) di pasar korporasi.

Menurut VP Public and Marketing Communication (PMC) Telkom Eddy Kurnia, layanan ini merupakan wujud akhir dari program INFUSION 2008 (Indonesia Flexible & United BuSiness SolutiON) yang telah disosialisasikan sejak 2005.

Inti layanan Telkom i-SURE adalah memberikan jaminan atau assurance bahwa system informasi milik pelanggan korporasi senantiasa berada dalam kondisi berjalan lancar. Malahan sebelum pelanggan korporasi melaporkan adanya kerusakan , pihak pengelola Telkom i-SURE sudah lebih dulu mengetahuinya dan langsung melakukan perbaikan. Pelanggan korporasi dapat tetap melakukan aktivitas bisnisnya tanpa dilanda kekhawatiran.

Ini bisa terjadi karena Telkom I-SURE sudah dilengkapi dengan teknologi alarm system yang memonitor kondisi jaringan di seluruh tanah air. Untuk mengelola dan mengoperasikan layanan baru ini Telkom secara khusus membangun pusat layanan i-SURE.

Produk baru ini merupakan wujud nyata operator telekomunikasi terkemuka ini memberikan layanan berbasis Commitment to Excellent Service Assurance kepada para pelanggan korporasi. Keberadaan i_SURE sangat dibutuhkan terkait komitmen Telkom untuk memberikan future lifestyle melalui INSYNC2014.

Lewat teknologi khusus ini Telkom dapat melakukan monitoring pada semua layanan yang digunakan para pelanggannya secara lebih detail. I-SURE juga menjamin ketersediaan layanan selama 24 jam sehari.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan pelanggan korporasi yang bergerak dinamis, operator ini harus memiliki sifar lean and agle. Dengan sifat itu diharapkan mampu melakukan maneuver bisnis yang lebih lincah, perbaikan tingkat layanan, pendapatan dan cost assurance. Untuk dilakukan kesiapan di bidang information technology. Untuk itu telah dibangun transformasi IT dengan mengembangkan INFUSION bertujuan untuk mendukung strategy customer centric.

Artinya konsepnya harus kuat, matang dan komprehensip. Sistemnya harus handal dan terintegrasi dan timnya harus berdedikasi dan solid. Dan pembentukan 3 Divre dari 7 Divre, yaitu Divre I Sumatera, Divre II Jawa-Bali dan Divre III Indonesia Timur, merupakan jawaban untuk lebih meningkatkan dan mendongkark value melalui sinergi. Sehingga Divre-divre yang hilang pada struktur baru organisasi akan menjadi “ujung tombak” marketing yang ampuh untuk memenangkan duel menghadapi operator lain.

Jika penciutan Divre dilakukan, maka diharapkan Telkom lebih gesit dan lincah lagi dalam memabangun bisnisnya. Regulasi apapun tidak akan menjadi masalah bagi perusahaan terkemuka ini apapun yang dihadapinya hari ini maupun di hari-hari mendatang. Yang jelas ke depan diharapkan jauh lebih baik lagi siapapun Nakhodanya.

Menyangkut kemungkinan Flexi akan dikelola divisi khusus seperti seluler di 1996 yang dimanage oleh anak perusahaan PT.Telkomsel, nampak merupakan upaya untuk tetap mempertahankan market leader di bisnis CDMA. Hal ini adalah jawaban atas semakin sengitnya persaingan saat ini antar operator telekomunikasi di negeri ini.

Flexi kini sudah berusia enam tahun dan pelanggannya kini sudah menyentuh tak kurang 14 juta pelanggan. Sudah jauh meninggalkan total pelanggan telepon tetap yang stagnasi pada angka 8,7 juta pelanggan. Bahkan 2009 ini diharapkan pelanggan wireless ini mencapai 16,5 juta-18 juta pelanggan. Padahal 2003 lalu pelanggan Flexi hanya 265 ribu.

Tahun 2004 tercatat 1,4 juta, 2005 naik menjadi 4,1 juta, 2006 tercatat 4,2 juta, 2007 mencapai 6,5 juta dan akhir 2008 sudah mengkemas 11,5 juta pelanggan. Akhir 2009 ini diharapkan dengan promosi menelpon gratis sesama Flexi area Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Yogyakarta, total pelanggan dapat menyentuh angka fantatis.

Berdasarkan data yang dimuat Majalah Patriot Januari 2009, pendapatan Telkom dari Flexi ini pada 2004 baru menyentuh angka Rp.674 miliar. Pada 2005 naik menjadi Rp.1,7 triliun, 2006 sebesar Rp.2,9 triliun, 2007 sebanyak Rp.3,6 triliun. Akhir 2008 lalu diperkirakan pendapatan Telkom dari bisnis telepon wireless ini mencapai Rp.5,5 triliun.

Dari angka-angka tersebut menurus penulis di majalah Patriot itu Muhammad Yusuf, tahun 2007 dan 2008, tidak ada pertumbuhan pendapatan. Walaupun pendapatan tidak tumbuh menggembirakan, penyerapan beban tetap saja meningkat. Tercatat beban Flexi di tahun 2994 berjumlah Rp.972 miliar, 2005 mencapai Rp.1,8 triliun, 2006 Rp.2,1 triliun, 2007 sebesar Rp.3,5 triliun dan Oktober 2008 tercatat beban belanja Flexi Rp.2,4 triliun.

Dari perolehan pendapatan dan penyerapan beban, menurut penulis, Flexi sudah mencatat net income 2004 sebesar minus Rp.385 miliar, 2005 minus Rp.260 miliar, 2006 Rp.536 miliar, 2007 Rp.20 miliar dan Oktober 2008 mencapai Rp.422 miliar.

Usia yang mencapai 6 tahun bagi industri telekomunikasi merupakan usia yang sudah seharusnya memberikan net income yang cukup signifikan bagi operator terkemuka ini seperti halnya saat bisnis seluler yang dikelola anak perusahaan Telkom, PT.Telkomsel pada tahun 2001 sudah memberikan pendapatan yang luar biasa tingginya bagi perusahaan plat merah ini.

Divisi Flexi sebelumnya pernah dikelola secara khusus saat Alex J.Sinaga dan Dian Rahmawan mendapatkan kepercayaan manajemen Telkom sebagai pimpinan di divisi tersebut. Kalaupun akan dibentuk anak perusahaan yang khusus memanage bisnis Flexi tersebut mungkin ke dua orang ini dapat dipertimbangkan sebagai pucuk pimpinan

dengan melakukan kontrak manajemen karena mereka selain memenuhi persyaratan juga sangat professional dalam bekerja.

Soal logo, nampaknya memang saat ini dibutuhkan semangat baru untuk menghadapi tantangan di masa depan. Logo sekarang yang diperlombakan Ir.H.Cacuk Sudarijanto di tahun 1992 terlihat masih agak kaku ketimbang Logo Pertamina yang nampak luwes dalam menghadapi era kompetisi di abad 21 ini.

Perubahan logo Telkom, hendaknya dapat menggambarkan paradigma baru operator terkemuka ini dalam menjawab tantangan jaman. Sebab yang pasti itu adalah perubahan

Perubahan selalu diharapkan memberikan yang terbaik bagi sebuah perusahaan kelas dunia seperti Telkom.

Artinya harus ada peningkatan pendapatan yang signifikan, meningkatnya kualitas SDM, meningkatnya penerapan teknologi IT teranyar, meningkatnya layanan kepada pelanggan, meningkatnya citra perusahaan dan tegaknya GCG. Semoga PT.Telkom Tbk lebih maju, lebih baik, lebih berkembang di hari-hari mendatang. Ke depan harus lebih baik dari hari ini maupun dari masa lalu. Bravo PT.Telkom Tbk !!!

Klik disini untuk melanjutkan »»

Speedy Multi Speedy Aneh..?

Bagi pengguna telkomspeedy, ada kabar bagus neh. Pelanggan yang daftar speedy Paket Familly 384 kbbps dan Paket Load 512 kbps setelah diinstall justru dapetnya 1 Mbps (Paket Game). Kalo ada yang murah ngapain pilih yang mahal, toh kalo pilih yang mahal belum tentu dapat sesuai line speednya.



Cuman sayangnya hal ini tidak berlaku buat semua pelanggan, jadi bersifat untung-untungan. Buat nge-cek line speed yang didapat silahkan masuk run, ketik gateway modem, missal http://192.168.1.1

cek di parameter Bandwidth Down/Up
Selamat buat pelanggan speedy SMS yang beruntung dan maap bagi pellanggan yang apes ??


Source: MetaTrader

Klik disini untuk melanjutkan »»

TELKOM Kuasai Bisnis Broadband Wireless Access






Jakarta, 20 Juli 2009 – PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyambut positif hasil lelang maupun proses lelang Broadband Wireless Access (BWA) yang dilakukan Pemerintah, Kamis 16 Juli 2009 lalu. Sebagai hasil dari proses tender BWA tersebut Telkom kini memiliki lisensi BWA untuk 12 zona (7 lisensi 3.3 GHz dan 5 lisensi 2.3 GHz tanpa overlap) dari 15 zona di Indonesia.

Menurut Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, Telkom mendapat lisensi BWA 3,3 GHz di 7 zona yaitu Jabodetabek + Banten, Sumatra Utara, Sumatra Tengah, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Sementara lisensi BWA 2,3 GHz untuk 5 Zona lainnya, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Papua dan Maluku

Dengan portfolio Broadband yang dimiliki tersebut, Telkom akan dapat melayani hampir seluruh populasi di Indonesia, dan telah sesuai dengan semangat dan komitmen Telkom menyediakan akses internet yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. ”Layanan Broadband yang terjangkau tentunya dapat mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi Indonesia,” kata Eddy Kurnia.

Melalui lelang BWA tersebut Telkom kini memiliki lisensi BWA untuk 12 zona. Dalam lelang yang diselenggarakan oleh Pemerintah secara elektronik tersebut terdapat 21 peserta untuk memperebutkan 15 zona BWA. Awalnya pemerintah menawarkan harga Rp 52 milyar tetapi pada akhir lelang, karena banyak peminatnya pemerintah menetapkan harga Rp 460 milyar yang dimenangkan oleh 8 peserta.

”Lisensi tambahan yang dimiliki tersebut akan dimanfaatkan baik oleh Telkom maupun oleh anak-anak perusahaan, khususnya Telkomsel,” jelas Eddy Kurnia. Menurutnya, layanan internet cepat Speedy dan Telkomsel Flash dari Telkomsel akan lebih maksimal melayanai kebutuhan masyarakat akan internet cepat mobile.

Implikasi perolehan lisensi BWA tersebut bagi bisnis Telkom tentunya akan semakin memperkuat New Wave Business yang saat ini tengah tumbuh. Teknologi ”new wave” akan menyelaraskan kekuatan Telkom Group sekaligus memberikan solusi baik bagi pelanggan ritel maupun korporasi.

”Kami yakin, lisensi baru tersebut akan memuluskan jalan untuk migrasi ke high-speed, mobilitas penuh, sesuai dengan permintaan untuk layanan suara, internet dan multimedia,” ujar Eddy Kurnia.

Broadband wireless access, demikian Eddy Kurnia, memiliki keunggulan kompetitif dalam aspek kecepatan penggelaran infrastruktur dibanding kabel (wireline), estimasi nilai investasi yang lebih menarik, kesesuaian dengan kebutuhan life style masyarakat urban untuk layanan broadband (bergerak, nyaman, mudah), sebagai backhaul jaringan akses, solusi kebutuhan dunia usaha yang dinamis, solusi kebutuhan masyarakat non urban (rural, semi urban), serta emergency/contingency bila terjadi bencana alam (misalnya banjir).

Eddy Kurnia menilai harapan perolehan Telkom dengan lisensi yang dimilikinya tersebut akan memberikan kontribusi yang sangat besar kepada negara antara laian dalam bentuk percepatan pembangunan dan peningkatan penetrasi brodaband, internet dan value added services kepada masyarakat luas secara nasional; menumbuhkan lapangan pekerjaan terkait dengan bisnis broadband dan turutannya; dan lain-lain.

Selamat deh buat telkom dan seluruh mitranya..

Klik disini untuk melanjutkan »»

SMS ( Speedy Multi Speed )




Paket MAIL (Limited 15 Jam 1 Mbps)

Dengan kecepatan 1 Mbps downstream dan 256 kbps upstream dan harga yang murah, paket ini ditujukan untuk pengenalan internet atau untuk pengguna yang jarang menggunakan internet tetapi menginginkan koneksi yang cepat.

Paket CHAT (Limited 50 Jam 1 Mbps)

Dengan kecepatan 1 Mbps downstream dan 256 kbps upstream dan harga yang terjangkau, Anda dapat melakukan koneksi internet dengan kecepatan tinggi dengan durasi yang lebih panjang.

Paket FAMILY (Unlimited 384 kbps)

Dengan kecepatan 384 kbps downstream dan 96 kbps upstream tanpa batas waktu Anda dapat berinternet sepuasnya untuk browsing maupun chatting selama masih dalam batas kuota 3 GB per bulan. Ketika kuota usage tercapai, kecepatan efektif akan diturunkan hingga akhir bulan dan akan kembali ke kecepatan semula pada awal bulan berikutnya.

Paket LOAD (Unlimited 512 kbps)

Dengan kecepatan 512 kbps downstream dan 128 kbps upstream tanpa batas waktu Anda dapat berinternet sepuasnya untuk browsing yang lebih cepat, download, maupun chatting selama masih dalam batas kuota 3 GB per bulan. Ketika kuota usage tercapai, kecepatan efektif akan diturunkan hingga akhir bulan dan akan kembali ke kecepatan semula pada awal bulan berikutnya.

Paket GAME (Unlimited 1 Mbps)

Dengan kecepatan 1 Mbps downstream dan 256 kbps upstream serta alokasi kapasitas ke gateway internasional yang lebih besar cocok untuk penggunaan internet yang dishare hingga ke sekitar 10 pengguna.

Paket EXECUTIVE (Unlimited 2 Mbps)

Dengan kecepatan 2 Mbps downstream dan 512 kbps upstream serta alokasi kapasitas ke gateway internasional yang lebih besar cocok untuk penggunaan internet yang dishare hingga ke sekitar 20 pengguna.

Paket BIZ (Unlimited 3 Mbps)

Dengan kecepatan 3 Mbps downstream dan 512 kbps upstream serta alokasi kapasitas ke gateway internasional yang lebih besar cocok untuk penggunaan internet yang dishare hingga ke sekitar 30 pengguna.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tarif SPEEDy turun..

Beberapa waktu yang lalu ada 2-3 teman saya yang memberi info tarif baru speedy. Paket yang baru adalah paket limited 15 jam, limited 50 jam, semi unlimited 384Kbps, unlimited 512Kbps, unlimited 1Mbps, unlimited 2Mbps dan unlimited 3Mbps, dengan tarif yang cenderung murah, yaitu 195rb dan 295rb untuk paket semi unlimited, serta paket unlimited mulai dari 645rb an.

Berikut tabel tarif/paket baru Speedy (Berlaku secara nasional):









Tergoda? Tentu! Selama ini penggunaan paket speedy saya selalu over quota. Dan, promo tersebut mengatakan bahwa paket lama (Personal, Proffesional dan Unlimited Warnet) harus mengupgrade paketnya sesuai keinginan, sedangkan paket limited dan unlimited Office otomatis berubah ke paket yang baru.

Tanpa bertanya terlebih dahulu, saya langsung menuju ke kantor Speedy untuk mengupgrade paket speedy saya. Setelah antri sekian lama, si mbak di Customer Care mengatakan bahwa tidak ada paket baru dari speedy. Bahkan setelah saya menjelaskan secara detail, si mbak tetep keukeuh bahwa tidak ada promo speedy yang baru.

Setibanya di rumah, saya mengecek ke situs resmi Telkom Speedy, https://portal.telkomspeedy.com, tidak ada informasi yang menyebutkan paket/tarif baru Speedy. Setelah saya cek informasi yang sebelumnya saya terima, di sana menyebutkan alamat situsnya adalah http://main.telkomspeedy.com. Sekilas, kedua situs ini sama, tapi terdapat menu yang berbeda, yaitu penawaran paket baru. Ada 2 perbedaan mendasar dari tampilan kedua situs ini:

1. Jika kita mengakses www.telkomspeedy.com, maka tampilan yang muncul adalah pilihan menggunakan/tanpa flash. Setelah itu kita akan diarahkan ke https://portal.telkomspeedy.com.

2. Perbedaan port yang digunakan, yaitu http dan https. https tentu lebih secure dibanding http. Dan yang menggunakan port https adalah https://portal.telkomspeedy.com alias situs resminya.

Sebenarnya kita tidak bisa mengatakan bahwa http://main.telkomspeedy.com adalah situs palsu, karena domain yang digunakan adalah www.telkomspeedy.com. Yang menjadi masalah adalah subdomain dan kontennya. Entah siapa dan apa tujuan pelakunya, saya hanya berharap nantinya paket baru ini benar-benr terealisasi, sesuai dengan info dari koran tempo. Ketika saya menelpon ke telkom 147 untuk layanan speedy, petugas yang melayani pengaduan saya mengatakan bahwa pihak Speedy pusat sementara ini belum/tidak mengkonfirmasikan adanya paket speedy baru. Semoga isu ini benar adanya, sehingga konsumen tidak dipusingkan dengan berita yang simpang siur.

PS: Ketika saya menulis postingan ini, halaman situs yang memuat informasi paket baru Speedy sedang/sudah tidak dapat diakses.




Klik disini untuk melanjutkan »»

3G dalam Persaingan Broadband Access di Indonesia

Beberapa waktu lalu, beberapa operator telekomunikasi akhirnya mendapatkan lisensi untuk penyelenggaraan layanan 3G di Indonesia. Dengan demikian Indonesia mulai memasuki era 3G, menyusul 97 negara lain di dunia yang telah mendahului, dengan lebih dari 200 operator.



3G dan Broadband Access

3G adalah teknologi generasi ketiga selular. Generasi 1 diwakili oleh teknologi AMPS (Advanced Mobile Phone System) yang berkembang di Amerika Serikat dan TACS (Total Access Communication Service) di Eropa. Teknologinya yang menggunakan sistem analog ini baru bisa melayani komunikasi suara. Generasi 2, inilah mulainya era GSM (Global System for Mobile Communication), telah menggunakan teknologi digital dan bisa melayani komunikasi SMS (short message service). Kecepatan transfer datanya 9600 bps (bit per second). Generasi 2.5, dengan kemampuan transfer data lebih besar, memperkenalkan layanan GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution). Generasi 3 dengan sistem UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) dan WCDMA (Wideband - Coded Division Multiple Access) sudah bisa melayani multimedia secara baik seperti internet dan video call karena kemampuan transfer datanya bisa mencapai 2 Mbps.
Hal paling menarik dari generasi ketiga ini adalah kemampuannya dalam transfer data yang sangat kencang. Karena itulah, 3G pun dapat digolongkan sebagai teknologi akses pita lebar (broadband access).

Di dunia teknologi informasi dan telekomunikasi, juga dikenal teknologi broadband access lainnya, baik yang berupa Wired (kabel) maupun Wireless (nirkabel). Beberapa jenis teknologi tersebut beserta kemampuan kecepatan transmisi data dan jangkauannya bisa disimak pada tabel di bawah ini:


Provider dan Pasar Broadband Access
Saat ini, provider broadband access di Indonesia untuk masing-masing jenis teknologi adalah sebagai berikut:



Selanjutnya, bagaimana pasar broadband di Indonesia? Hal tersebut akan dipaparkan pada akhir tulisan ini. Sebelumnya, mari kita perhatikan apa yang terjadi di beberapa negara yang telah lebih dulu menerapkan teknologi ini.
Di Australia, pada 2006, pendapatan dari pasar broadband mencapai US$ 2 miliar, dengan pengguna sejumlah 3,52 juta2. Secara sekilas, berarti belanja rata-rata per pengguna per bulan (ARPU รข€“ average revenue per user) dari layanan ini sekitar Rp426.136.3
Untuk cakupan yang lebih luas lagi, di Asia Pasifik, pendapatan dari pasar broadband pada 2005 mencapai US$ 20,7 miliar, dan pada 2011 diperkirakan US$ 55,1 miliar4. Itu artinya, dalam 6 tahun diperkirakan terjadi peningkatan lebih dari 166% atau menjadi lebih dari 2,66 kali lipatnya.
Di dunia ini, pada 2007 diperkirakan pendapatan dari pasar broadband mencapai US$ 80 miliar5 dengan pengguna sejumlah 294 juta6. Secara sekilas, ARPU dari layanan ini sekitar Rp204.081


Peta Persaingan Teknologi Broadband Access
Kembali ke teknologi 3G dan persaingannya dengan teknologi broadband lainnya.
Secara umum, persaingan antar-teknologi broadband ada pada hal kemampuan mobilitas dan kecepatan transmisi data. Kemudian, dalam konteks konvergensi, maka berbagai teknologi tersebut akan bergerak dalam satu visi menuju broadband mobile convergence network.
Seluler, dalam pembahasan ini yang dimaksud adalah 3G, memiliki keunggulan penuh dalam hal mobilitas. Di bawahnya adalah BWA (broadband wireless access) lainnya. Teknologi BWA ini telah lebih dulu mencapai kemampuan transmisi lebih kencang.

WiMax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah alternatif teknologi yang sangat prospektif untuk menggelar BWA. WiMax merupakan satu varian teknologi wireless yang memungkinkan transmisi pita lebar hingga 70 Mbps dengan jangkauan sekitar 50 kilometer. Teknologi ini merupakan pengembangan dari teknologi Wi-Fi (wireless fidelity) baik dalam kapasitas transmisi maupun daya jangkau.
Jika keunggulan mobilitas WiMax dan Wi-Fi bisa ditingkatkan lebih awal, maka mereka bisa menjadi pesaing tangguh bagi kelangsungan hidup 3G.






Jadi, akan bertahan berapa lamakah bisnis 3G di Indonesia?
Di Indonesia
Wi-Fi pada frekuensi 2.4 GHz telah dibebaskan penggunaannya. Seperti kita saksikan saat ini, penggunaan pemancar 2.4 GHz sudah marak di Indonesia terutama untuk keperluan Warung Internet (Warnet) dan Komunitas (RT/RW Net), juga perusahaan kecil & menengah, dan dunia pendidikan. Titik-titik hotspot di beberapa kota besar di Indonesia (di mall, ruang tunggu bandara, hotel, tempat makan, taman, masjid, dan kompleks perumahan) mulai menjamur dengan akses berbayar maupun tidak. Semua itu memanfaatkan teknologi Wi-Fi.
Saat ini (2007), pemerintah Indonesia sedang menyiapkan regulasi untuk penyelenggaraan WiMax. Direncanakan pada 10 Mei 2008, regulasi WiMax sudah bisa ditetapkan. Saat ini pun, beberapa produsen hardware di Indonesia sedang mempersiapkan diri masuk ke pasar ini. WiMax versi Indonesia segera hadir. Jika semua itu berjalan lancar, maka pada 2009, 3G akan berada pada posisi yang cukup terancam.
Kita menyadari, implementasi 3G di Indonesia membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Dalam hal รข€™pembagianรข€™ lisensi spektrum 3G pun, Indonesia mengalami fase yang cukup semrawut.
Di Eropa
Di Eropa, penerapan 3G dinilai gagal karena tidak banyak pengguna internet yang melangganinya. Mereka lebih memilih akses Wi-Fi yang sudah menjamur di sana.
Di Jepang
NTT Docomo, operator 3G di Jepang, berhasil mengembangkan dan memopulerkan aplikasi browser iMode untuk pelanggannya. Layanan video call tidak begitu digemari di Jepang. Layanan download musik cukup populer di sini.
Dalam hal kebijakan pemerintahnya, untuk penggunaan lisensi spektrum 3G, para operator itu tidak dikenai biaya di muka.
Di Korea Selatan
Korea Selatan juga termasuk negara yang berhasil menerapkan 3G. SK Tel, operator 3G di sana, memiliki June dan Nate sebagai aplikasi browser bagi pelanggannya. Layanan video call juga tidak begitu digemari di Korea Selatan.
Jepang dan Korea, keduanya memiliki bahasa dan hurufnya sendiri. Keunikan ini dimanfaatkan oleh para operator 3G untuk masuk lebih mendalam ke local content.
Video Call, Killer Application 3G di Indonesia?
Seperti disebutkan di atas, bahwa 3G bisa dipakai untuk data (misalnya akses internet), suara (voice call), dan video (call & streaming). Pertanyaannya, manakah yang akan menjadi killer application7 3G? Pada fase tertentu, operator 3G harus menyiapkan sesi khusus untuk memperkirakan killer application apa yang sekiranya akan booming. Di setiap negara, ada kemungkinan berbeda-beda, tergantung budaya masyarakatnya. Kita telah melihat, bagaimana masyarakat Jepang dan Korea memanfaatkan 3G dan bagaimana masyarakat Eropa kurang memanfaatkannya.
Di Indonesia, kampanye video call dan video streaming sangat gencar pada awal perkenalan 3G. Sementara itu, seperti kita ketahui, pada era 2G, SMS telah menjadi killer application. Budaya masyarakat untuk ber-SMS sudah mulai terbentuk karena layanan tersebut dirasakan praktis dan lebih murah. Memindahkan kebiasaan ber-SMS ke video call, harus dibarengi dengan penerapan tarif yang terjangkau, jika tidak lebih murah setidaknya sama dengan tarif voice call.
Tarif bisa menjadi sesuatu yang sensitif di negara dalam kondisi ekonomi seperti Indonesia. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, namun dengan penetrasi pasar informasi dan telekomunikasi (infocom) yang masih kecil. Dengan kondisi pasar seperti itu, maka bisnis infocom bisa memilih model tarif murah dengan pelanggan banyak, atau tarif mahal dengan pelanggan terbatas.
Video call adalah moda komunikasi baru dan bisa cukup sensasional. Namun ia tidak akan mampu menjadi killer application 3G jika operator tidak peka membaca antara kebutuhan pelanggan dan besarnya tarif yang dipatok.
3G dan Broadband Access Lainnya:
Memotret Pergeseran Perilaku Penggunanya

Membandingkan 3G dengan broadband access lainnya sekilas bisa dianggap kurang relevan. Namun, atas nama visi konvergensi, maka hal ini bisa saja dianggap relevan.
3G lebih populer di kalangan masyarakat Indonesia sebagai fitur handphone GSM. (Meskipun sebenarnya 3G juga ada dalam teknologi CDMA 1X). Bagi beberapa pengguna tingkat lanjut (advance), fitur ini bisa dimanfaatkan lebih optimal, termasuk untuk akses internet. Semenjak era 2.5G pun, mereka mungkin telah memanfaatkan GPRS untuk akses internet meskipun dengan kecepatan terbatas.
Sementara itu, pengguna PC dan laptop di Indonesia yang mendambakan akses internet murah (dan kencang), sudah lebih dulu ramah dengan teknologi akses sebelumnya, seperti dial-up, kabel, x-DSL, juga wireless (Wi-Fi/hotspot). Beberapa pengguna tingkat lanjut akan memanfaatkan berbagai aplikasi di internet, termasuk VoIP dan aplikasi lain yang masih dianggap cukup sensasional bagi sebagian masyarakat Indonesia. Mereka juga mulai memanfaatkan GPRS untuk akses internet secara mobile. Pengguna laptop itu juga mulai memakai PDA yang bisa mendukung akses lewat Wi-Fi.
Untuk menjaring pengguna internet, perlu disediakan secara mudah perangkat akses internet mereka, yaitu modem 3G yang ramah.
3G dan Internet Access
Pengguna internet di Indonesia tahun 2006 mencapai 20 juta, 2007 diperkirakan 25 juta, dan 2008 diperkirakan 34 juta pengguna. Sedangkan pelanggan internet di Indonesia pada 2006 mencapai sekitar 1,9 juta, 2007 diperkirakan 2,4 juta, dan 2008 diperkirakan sekitar 3 juta.
Pertanyaannya, dari sejumlah pelanggan internet itu, berapa pelanggan yang menggunakan broadband access? Berapa di antaranya yang menggunakan 3G?
Mari kita perhatikan data berikut ini.
Dalam waktu singkat, pertumbuhan pasar 3G di Indonesia yang mencapai 500.000 pelanggan merupakan fenomena menarik. Pada akhir 2006 lalu diperkirakan jumlah pelanggan 3G mencapai 1,7 juta. Selanjutnya tahun 2007 pelanggan 3G diperkirakan mencapai 3,7 juta pelanggan dan 2008 mencapai 6,7 juta pelanggan.
Secara sekilas dapat terbaca bahwa jumlah pelanggan 3G telah melampaui jumlah pelanggan internet. Jadi, andaikan pun seluruh pelanggan internet menggunakan broadband, maka jumlahnya di bawah jumlah pelanggan 3G. Dan andaikan seluruh pelanggan 3G menggunakannya untuk akses internet, maka jumlahnya telah melampaui pelanggan internet di Indonesia.
Jadi, pantas diduga bahwa tidak seluruh pelanggan 3G menggunakan fasilitasnya untuk akses internet.
Seiring Sejalan
Akuisisi pasar 3G untuk layanan akses internet harus dibarengi dengan penyediaan kemudahan di sisi pelanggan, misalnya pengadaan modem 3G dengan berbagai pilihan slot PCMCIA atau USB atau ethernet untuk akses melalui laptop secara mobile.
Penyediaan paket-paket layanan khusus harus dibarengi dengan penyediaan device khusus, seperti misalnya kamera 3G untuk monitoring keamanan rumah, telepon umum 3G untuk daerah pedesaan, dan sebagainya. Untuk itu, dengan sendirinya aplikasi di satu sisi juga perlu disediakan.
Jadi, dua hal yang perlu disiapkan secara simultan adalah kesiapan terminal/device dan aplikasi khusus.
Handphone, Video Call, dan Video Streaming
Belum diperoleh data yang meyakinkan bahwa pelanggan 3G di Indonesia memanfaatkan layanan tersebut sebagaimana diharapkan para provider. Benarkah pelanggan sejumlah itu menggunakan video call, video streaming, online games, dan music download?
Jumlah pengguna dan pelanggan 3G yang sesungguhnya tidak bisa hanya ditentukan dari jumlah handphone 3G yang beredar di pasaran. Di Indonesia, handphone bisa berarti status sosial. Dalam periode waktu yang singkat, seseorang bisa berganti handphone; belum tentu untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan mereka melainkan sekadar mengikuti tren handphone. Optimalisasi pemanfaatan perangkat handphone yang mendukung 3G oleh pelanggan jarang kita lihat dan dengar beritanya.
Pada saat awal peluncuran 3G di Indonesia, keberadaan handphone 3G masih tergolong mahal. Pada awal sosialisasi teknologi ini pun, tema yang sering diangkat ialah kemampuan 3G untuk layanan video call dan video streaming.
Untuk memperkenalkan sebuah tren komunikasi yang tergolong baru, maka perlu adanya sebuah sensasi. Pada era 2G, layanan SMS adalah cukup sensasional.
Sebenarnya, video call bisa merangsang efek sensasi personal pemakainya. Namun, budaya masyarakat Indonesia untuk bertatap muka atau menonton video pada device yang berukuran sangat terbatas atau kecil belum nampak menonjol, bahkan mungkin belum terbentuk. Apalagi jika kualitas video yang ditayangkan mengecewakan, maka aspek sensasi itu menjadi makin berkurang.
Oleh karena itu, perlu dicermati lebih mendalam lagi, adakah kecenderungan pemakai handphone di Indonesia untuk saling bertatap muka ataukah justru sebaliknya. Kencenderungan personal ini akan sangat menentukan keberhasilan layanan video call 3G. Kemampuan dan popularitas layanan ini sebenarnya bisa didongkrak seandainya kualitas tayangan bisa dijaminkan. Para pelaku bisnis akan tertarik memanfaatkannya untuk video conference, jika hal itu dimungkinkan oleh operator.
Jadi, kalaupun delivery berbagai layanan 3G itu akan diselenggarakan, maka segmentasi pelanggan adalah kuncinya.
3G mungkin tidak akan cukup efektif bersaing pada area pelanggan broadband lainnya. Karena itu, personalisasi layanan adalah salah satu kunci utama agar 3G bisa bertahan lebih lama. Karena, dalam hal ketersediaan bandwidth, 3G tidak bisa cukup bersaing di masa depan yang sudah terbayangkan. Begitu pula dalam hal kecepatan transmisi, 3G sudah kalah cepat dibanding teknologi broadband wireless access lainnya yang jauh lebih kencang dan sedang bergerak menuju kemampuan mobilitas yang lebih baik.
Ini Dia: Mobile & Praktis!
3G, dengan perangkat handphone-nya yang sudah banyak beredar di Indonesia, sebaiknya mengandalkan kemampuan mobilitasnya dan kepraktisannya. Mobilitas dalam hal ini, telah diakui, terutama kemampuan roaming-nya. Kepraktisan dalam hal ini, tentu terkait dengan terminal pelanggan atau handset, terbukti ringan ditenteng dan masih bisa dimasukkan ke dalam saku รข€“dan masih diperlukan inovasi baterai irit agar mendukung pengguna untuk รข€?always onรข€?. Untuk bertahan lebih lama lagi, maka inovasi atau kreativitas dalam local content juga sangat mendesak.
Keberadaan content provider di Indonesia yang mencapai 200 perusahaan, hendaknya bisa didorong untuk lebih kreatif. Sudah barang tentu hal itu harus diimbangi dengan skema kerjasama dengan operator yang saling menguntungkan sehingga (itu tadi) mampu terus merangsang kreativitas. Keberadaan aplikasi yang praktis dan menyentuh langsung kebutuhan personal pelanggannya, itulah yang menentukan masa depan 3G di Indonesia. Bergeraklah ke sana, sebelum masa surut itu tiba. Setiap teknologi memiliki umurnya masing-masing.
Terakhir namun tak kalah pentingnya: sensitivitas masyarakat Indonesia pada tarif pun masih cukup dominan menentukan, apalagi ketika pada akhirnya rata-rata kualitas layanan setiap operator sudah sama. Tarif yang terjangkau dan fair. Masih berharap pada loyalitas pelanggan? Itu arah yang tepat, namun perlu beberapa langkah lagi untuk mewujudkannya. Jadi: tarif.

Catatan Kaki:
  1. Sumber: 3G Today, September 2006.
  2. Sumber: Market Clarity, 2006.
  3. Perhitungannya dari jumlah pendapatan dibagi jumlah pengguna dibagi 12 (jumlah bulan dalam setahun). Dengan asumsi US$ 1 = ID Rp9000, maka diperoleh angka tersebut. Penghitungan ARPU pada bahasan lainnya juga seperti itu.
  4. Sumber: In-Stat, 2006
  5. Sumber: Arc Group, 2006
  6. Sumber: Internetworldstats, 2007
  7. Killer application adalah aplikasi yang menjadi tren dan paling banyak digunakan pengguna.

Klik disini untuk melanjutkan »»

membuat TV station dalam 30 menit ?

Ini adalah sumbangan eksperimen IP-TV dari Pak Ari Wardana

Melanjutkan oprekan akhir pekan ini, masih memanfaatkan SHOUTcast Server pada port 8000, kita akan pasang NSV Tools. Sebelumnya, unduh dulu installer NSV Tools langsung dari situsnya. Silakan instal.




Pastikan SHOUTcast Server telah dijalankan. Selanjutnya, jalankan program NSV Live Capture melalui daftar program seperti tampak pada gambar di atas (Start > Programs > NSV Tools > NSV Live Capture).



Dengan ini, kita akan siaran langsung. Pastikan kamera atau webcam sdh tertancap pada komputer server. Selain itu, kita bisa menggunakan tv tuner, maupun video input lainnya –jika ada. Audio input pun juga mesti dipastikan siap. Pilihlah layanan dari device mana yg akan dialirkan. Atur juga Destination-nya seperti di bawah ini [utk kebutuhan yg berbeda, tentu pengaturannya pun akan berbeda]. Nah, untuk menambahkan title, bisa dilakukan melalui jendela Title Control.





Sebaiknya kita periksa kembali pengaturan encoding Video dan Audionya. Saya mengaturnya seperti ini [jika ada ide lain, silakan berbagi]:





Utk memastikan bahwa kamera berfungsi, silakan Preview. Kita jg bisa menggunakan input dari tv tuner yg terpasang di komputer server ini. Oh ya, aktifkan juga Audio Capture-nya. Sudah yakin? Baiklah, kita segera mengalirkannya: klik Start Capture.



Seperti kemarin, client membuka browser ke http://Server-Anda:8000/listen.pls. Browser akan menjalankan Winamp 5+. Ada catatan penting: pastikan Winamp 5+ di sisi client ini memiliki fitur Video. Jika belum ada, silakan unduh dari situsnya. Ya, kali ini nampaknya kita harus mengunduh versi Pro-nya.

Saya menuju kamar buku, memeriksa laptop, menjalankan browser dan menuju URL tadi; inginร‚ memastikan bahwa siaran bisa ditangkap dgn bagus. Yap! Kemudian, segera saya naik ke kamar atas, menyalakan laptop, memastikan wi-fi sdh aktif, dan menuju URL yg sama. Ya, saya bisa menyaksikan acara TV dariร‚ laptop tanpa tv-tuner.

Hore, TV Kitaร‚ akhirnya bisa “mengudara”. Ringkas, kan? Tdk sampai 30 menit sudah siap.

Dan sebagai sebuah awal, saya masih memberi toleransi ketika hasil pancaran TV Kita ini mengalami delay sekitar 30 detik. ;)

Baiklah, maka dengan ini saya soft-launching proyek ip-tv*) di Indonesia. Tepuk tangan dulu, dooong….


Klik disini untuk melanjutkan »»

Bisnis IP-TV Telkom

Persaingan industri Information Comunication and Telecomunication (ICT) makin ketat. Telkom pun mulai melirik bisnis strategis yang penuh tantangan ini dengan meluncurkan layanan New Wave, IP-TV. Telkom menargetkan 50 persen pelanggan Speedy akan menjadi pelanggan IP-TV.


Excecutive General Manager PT Telkom Divre IV Jateng dan DIJ Zulheldi saat launching soft skill IP–TV di kantor PT Telkom Jalan Pahlawan Semarang kemarin mengatakan, bisnis New Wave ini diimplementasikan dengan layanan Broadband Triple Play. Layanan Broadband Triple Play ini merupakan suatu layanan terpadu antara telefoni (suara), internet dan video/TV dalam satu kesatuan platform Internet Protocol (IP).
“Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 63 merupakan momen penting untuk mengenalkan layanan IP-TV ke seluruh jajaran Telkom sebelum dijual ke masyarakat luas,” kata Zulheldi. Peluncuran tersebut sebagai tonggak sekaligus pembuktian bahwa Telkom saat ini telah memasuki transformasi bisnis dan transformasi layanan menuju New Wave Business.
Layanan IP-TV merupakan suatu layanan tontonan video dengan berbagai keistimewaan fitur- fitur yang dimiliki yang dihantarkan melalui jaringan berbasis IP. Layanan ini memiliki fitur-fitur lengkap, seperti Electronic Program Guide (EPG). Fasilitas EPG ini memberikan aspek keamanan untuk menjaga dan menghindari tontonan yang tidak semestinya bagi anak-anak ataupun orang lain yang tidak berhak.
Selain itu, juga ada fitur VoD (Video on Demand) yang merupakan layanan tontonan video, yang dapat ditonton sesuai dengan permintaan pelanggan TV Service, termasuk tayangan kondisi lalu lintas secara langsung dan layanan tambahan lainnya. Adanya layanan ini, pelanggan Speedy tidak perlu lagi berlangganan TV kabel. Karena dengan layanan ini sudah bisa memilih siaran TV yang dikehendaki.
Manager Komunikasi PT Telkom Divre IV Jateng-DIJ Sudjatmiko menambahkan, saat ini jumlah pelanggan Speedy mencapai 35 ribu. Dari jumlah tersebut, diharapkan 50 persennya akan menjadi pelanggan IP-TV yang dijual secara komersial mulai 27 September mendatang.

"Bisnis IP-TV itu masih "inline" (sejalan--red) dengan "core business" (bisnis inti) perseroan, sehingga sangat layak untuk dikembangkan ke depan," kata Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah, di Jakarta, pekan lalu.
Menurut Rinaldi, basis pengembangan IP-TV adalah infrastruktur berupa kabel telepon yang dimiliki perusahaan dengan memaksimalkan jaringan yang sudah ada.
Sebelumnya, seorang sumber di Kementerian Negara BUMN menyatakan, rencana Telkom mengembangkan IP-TV tidak akan mendapat persetujuan dari Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Telkom.
"Kami akan menolaknya, karena dalam mengembangkan usaha Telkom belakangan ini sering tidak fokus dan tidak mendukung bisnis perusahaan sehingga perlu pengarahan lebih lanjut," kata sumber itu.
Menanggapi hal itu, Rinaldi Firmansyah menjelaskan, bisnis IP-TV saat ini menjadi kecenderungan atau tren pengembangan layanan operator telekomunikasi di seluruh dunia.
Ragam layanan IP-TV di antaranya electronic program guide, broadcast/live TV, pay per view, personal video recording, pause TV, video on demand, music on demand (walled garden), gaming, interactive advertisement, dan T-commerce.
"Sejumlah perusahaan di Asia yang sudah mengembangkan IPTV dan menjadi salah satu basis pendapatan utama yaitu PCCW (Hong Kong), Telekom Malaysia (TM) Malaysia, dan SingTel (Singapura),`` kata Rinaldi.
Untuk menangkap peluang itu Telkom telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan IP-TV antara PT Indonusa Telemedia anak perusahaan Telkom yang juga operator televisi berbayar Telkomvision, dengan PCCW Hongkong yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2009.
Untuk tahap awal IP-TV Telkom selain menggarap pelanggan baru juga mengincar sekitar 50 persen pelanggan internet kecepatan tinggi (broadband) Speedy yang kini tercatat sekitar 700.000 satuan sambungan layanan.
Sementara jumlah pelanggan telepon tetap kabel (fixed line) Telkom di seluruh Indonesia mencapai sekitar 8,6 juta nomor.
Tujuh kota besar di Indonesia pengembangan IP-TV yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan dan Makasar karena infrastruktur untuk menunjang bisnis tersebut telah tersedia dengan kapasitas sebesar 4 megabit per second (Mbps).
"Bisnis IP-TV sebagai pelengkap layanan "triple play" Telkom, yaitu suatu layanan terpadu antara komunikasi suara, internet broadband dan video atau TV dalam satu kesatuan platform protocol internet," tegas Rinaldi.
Menurut analisis riset Gartner Inc, pendapatan bisnis IP-TV bakal mencapai 4,5 miliar dolar AS pada tahun 2008 atau meningkatkan sekitar 93,5% dibanding tahun sebelumnya, seiring bertambahnya jumlah operator layanan itu.
Seperti dikutip dari Reuters, jumlah pelanggan IP-TV pada akhir tahun 2008 diproyeksikan mencapai 19,6 juta melonjak 64% dibanding tahun 2007, jumlah pelanggan terbesar di negara Eropa Barat, dan Amerika Utara. (*/erl)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Menyongsong Televisi Kabel Telpon


Setelah sukses luar biasa PT.Telkom dalam mengeluarkan internet berkecapatan tinggi lewat Telkomspeedy. Kini, Gembar-gembor tentang interaktif televisi via kabel telpon (bukan TV kabel loh..) yang kabarnya mau digarap telkom. Ini ada sekelumit artikel tentang tehnologi DSL yang dicomot dari sana dan sini...



Aplikasi teknologi xDSL pada umumnya masih terbatas sebagai jaringan penghubung, atau Leased Channel. Penerapan lainnya pun terbatas untuk aplikasi jaringan internet seperti pada TELKOM MMA.

Apakah xDSL termasuk ADSL hanya terbatas untuk keperluan diatas? Berbicara tentang aplikasi atau layanan, sebenarnya bergantung kepada apa yang disebut dengan Content Provider, perusahaan penyedia jasa aplikasi/layanan. Permasalahan terbesar di Indonesia adalah masih minimnya mereka para Content Provider. Kalaupun ada, hampir seluruhnya berstatus sebagai ISP, penyedia akses internet. Seandainya kita bisa belajar dari Korea, dimana layanan xDSL mereka berkembang dengan pesat yang salah satunya disebabkan variasi ragam & bentuk layanan banyak lahir dari mereka sendiri, tidak hanya akses internet saja.
ADSL berbasis paket data digital
Berbicara xDSL atau ADSL pada intinya kita hanya berbicara pipa saluran atau media transmisi. Saat ini dasar pengiriman data digital mengacu kepada dua format umum, yaitu ATM dan Ethernet/IP. Dengan didukung kemampuan PPPoA (PPP over ATM) dan PPPoE (PPP over Ethernet), layanan atau paket data berbasis ATM ataupun IP/Ethernet, baik itu voice, data, dan video pasti dapat dilalui melalui xDSL. Teknologi xDSL mempunyai keunggulan dimana sifat pipanya yang dedicated line, saluran tidak dibagi-bagi atau dipecah-pecah untuk beberapa pelanggan, sehingga alokasi bandwitdh lebih terjamin dengan QoS yang tinggi. Karena itulah, kemas content sedemikian rupa, tarik pelanggan dengan bermacam model aplikasi, apakah itu games interactive/games online, streaming video, music online, online information, dan lain-lain.
ADSL untuk layanan video dan TV over IP
Seperti telah diinformasikan sebelumnya, aplikasi ADSL di Indonesia belum mengarah kepada layanan entertainment (hiburan). Salah satu model aplikasi hiburan yang dikembangkan operator luar adalah TV over IP dan iTV (interactive TV). Layanan dengan content berupa film, video ataupun siaran broadcast TV saat ini masih dominan disediakan oleh teknologi berbasis cable TV (HFC). Bagaimana jika model layanan ini ingin dikirimkan oleh teknologi ADSL ? Berikut gambaran umum konfigurasi kesistemannya.

perangkat encoder dibutuhkan untuk meng-kode-kan sinyal analog ke dalam paket-paket data digital yang akan dikirimkan baik secara streaming ataupun buffer terlebih dahulu. Video server ditujukan untuk layanan model on-Demand (bukan broadcast TV), dimana film/video telah disimpan terlebih dahulu didalam server.

Untuk dapat menikmati layanan televisi, dapat menggunakan media komputer atau televisi. Dengan media komputer, koneksi fisik perkabelan dapat langsung dari modem xDSL CPE ke komputer dengan memakai kabel CAT5 lurus (straight). Untuk penggunaan media televisi, dibutuhkan perangkat tambahan berupa STB (Set Top Box) yang akan mengkonversi sinyal digital dari xDSL ke dalam format analog TV (PAL, NTSC atau lainnya).

Yang perlu diperhatikan dalam membeli STB adalah sisi hardware dan software. Perangkat STB bekerja layaknya sebuah komputer. Makin tinggi prosessornya, besar kapasitas hardisknya makin baik STB tersebut. Juga sebaiknya memilih STB yang didukung aplikasi seperti kemampuan mendukung koneksi DHCP server, koneksi ke proxy server, dan upgradable. Saat ini sudah banyak vendor CPE modem yang mengeluarkan produk ADSL sekaligus dapat berfungsi sebagai STB, sehingga dapat langsung dihubungkan ke pesawat TV.

Akses layanan selain video/televisi tetap dapat dilakukan user selama koneksi lain (seperti ke internet) dibentuk dibelakang DSLAM. STB dilengkapi dengan keyboard umumnya model wireless sehingga user dapat mengakses internet atau menu melalui keyboard layaknya keyboard komputer.
Teknologi kompresi video

Jika kita melihat kemapuan kecepatan ADSL yang sampai dengan 8 Mbps, ini cukup untuk membawa 2 (dua) kanal video digital dengan kompresi MPEG-2, tanpa mengurangi kemampuannya untuk dapat menyalurkan 1 (satu) kanal telepon POTS. Berbeda dengan sistem cable TV (HFC), dimana sinyal analog TV (NTSC, PAL, atau lainnya) tidak dimodulasi atau dikompresi menjadi lebih kecil, di xDSL sinyal analog TV dimodulasi ke digital dengan bandiwth yang lebih kecil. Sinyal analog murni NTSC atau PAL membutuhkan bandwith 6 MHz dan 8 MHz. Sementara kalau dilalukan langsung ke dalam sistem ADSL tidak dimungkinkan karena frekeunsi kerja ADSL hanya sampai dengan 1 MHz.

Teknologi kompresi paket video yang popular dikenal dengan dikenal dengan MPEG (Moving Picture Experts Group). Untuk xDSL yang memakai format data ATM telah berkembang teknologi MPEG melalui ATM yang dikenal dengan istilah MPEG-over-ATM ataupun MPEG-over-IP-over-ATM, disamping paket MPEG over ethernet yang telah berkembang lebih dahulu. Dikarenakan teknologi ini baru berkembang, walaupun kedua teknologi ini telah exist, pasar masih didominasi oleh teknologi MPEG over IP. Salah satu faktor pendukungnya adalah perangkat sisi pelanggan atau user dominan ethernet-compatible.

Ada 3 (tiga) standar MPEG saat ini, MPEG-1, MPEG-2 dan MPEG-4. MPEG-1 ditujukan untuk aplikasi video dengan kecepatan sampai dengan 1,5 Mbps seperti aplikasi VCD. Kemudian MPEG-2 ditujukan untuk aplikasi video dengan kualitas yang lebih tinggi, aplikasi video kecepatan 3 Mbps sampai dengan 15 Mbps. Aplikasi MPEG-2 banyak dipakai untuk siaran broadcast TV. MPEG-4 yang belakang berkembang, berbalik memikirkan bagaimana paket video dapat dikirimkan pada bandiwth yang kecil atau terbatas, ditujukan untuk aplikasi mobile video seperti untuk PDA (Personal Digital Assistants) dan telepon selular.

Ujicoba yang dilakukan Alcatel dan Thomson Multimedia, ADSL dapat dilalukan dengan video over MPEG2 dengan kecepatan 700 Kbps. Pengujian ini menggunakan model encoder baru yang dikembangkan oleh Nextream. Umum aplikasi TV over MPEG-2 masih membutuhkan bandwidth 1,5 Mbps.

Penulis : Ahmad Arif Rahman

SEPINTAS ADSL

ADSL (Asymmetric Digital Subscribel Line) menggunakan kabel yang sama dengan jalur telepon Telkom. Kabel dan peralatan Telkom membatasi frekuensi yang dipergunakan oleh switch, pesawat telepon dan peralatan lainnya. Suara manusia normal dapat dibawa dalam frekuensi mulai dari 0 hingga 3.400 Hz yang mana adalah wilayah yang cukup sempit. Kabel itu sendiri memiliki potensi untk membawa frekuensi hingga beberapa megahertz. Dengan membatasi frekuensi yang dibawa melalui kabel telepon, sistem telepon dapat mengemas sejumlah kabel dalam bentuk yang kecil tanpa harus berinterferensi satu sama lainnya. Data digital ADSL dapat menggunakan kapasitas jalur telepon dengan aman. ADSL adalah teknologi yang terpengaruh oleh jarak. Sejalan dengan bertambah jauhnya pelanggan dari sentral ADSL, kualitas sinyal menurun dan kecepatan juga turun. Batas terjauh untuk ADSL adalah 5,5 km.


SUARA DAN DATA

Ada dua standar ADSL. Pertama adalah CAP (Carrierless Amplitude Phase) dan kedua adalah DMT (Discrete Multi Tone).

Pada CAP, suara percakapan dibawa pada frekuensi 0 sampai 4.000 Hz. Kanal upstream dibawa pada frekuensi 25.000 sampai 160.000 Hz. Kanal downstream mulai dari 240.000 Hz dan seterusnya, maksimum sampai kurang lebih 1.500.000 Hz. Pemisahan frekuensi dimaksudkan meminimalkan kemungkinan interferensi antar kanal.




DMT juga membagi sinyal menjadi beberapa kanal terpisah tetapi tidak menggunakan dua kanal untuk upstram dan downstream data. Sebaliknya, DMT membagi data menjadi 247 kanal terpisah, masing-masing selebar 4.000 hz. Setiap kanal dimonitor dan bila qualitasnya terganggu, sinyalnya dipindahkan ke kanal lain. Sistem ini secara konstan memindahkan sinyal di antara kanal-kanal, selalu mencari kanal terbaik untuk mengirim dan menerima data. Beberapa kanal bawah digunakan sebagai kanal dua arah, upstream dan downstream. Ini membuat DMT lebih rumit untuk diterapkan namun memberikan fleksibilitas yang tinggi terhadap jaringan dengan kualitas yang bervariasi.



PERALATAN

Peralatan menggunakan dua buah alat, satu di sisi pelanggan (disebut CPE, Customer Premised Equipment) dan satu lagi di sisi Telkom. Di sisi pelanggan harus ada penerima DSL (modem ADSL atau router ADSL). Di sisi Telkom terdapat ADSL multiplexer (disebut DSLAM, Digital Subscriber Line Access Multiplexer) untuk menerima sambungan dari pelanggan. DSLAM mengumpulkan koneksi dari pelanggan-pelanggan dan meneruskannya melalui sebuah jalur kecepatan tinggi ke ISP. DSLAM dapat juga menyediakan fungsi tambahan termasuk routing IP address. ADSL memberikan jalur tersendiri dari pelanggan hingga ke DSLAM yang berarti pelanggan tidak akan merasakan turunnya unjuk kerja apabila terjadi penambahan pelanggan.


VARIAN DSL (xDSL)
· IDSL - ISDN DSL
· SDSL - Symmetric DSL
· VoDSL - Voice over DSL
· HDSL - High-bit-rate DSL


PRO DAN KONTRA

Keunggulan ADSL:
· Pelanggan tetap dapat menggunakan pesawat teleponnya
selagi koneksi berjalan.
· Kecepatan tinggi (hingga 512 Kbps downstream untuk Telkom MMA).
· Tidak harus menyediakan jalur baru, pelanggan dapat
menggunakan jalur telepon yang sudah ada.

Kekurangan ADSL:
· Terlalu jauh dari STO akan menurunkan kualitas
sambungan dan menurunkan kecepatan.
· Kabel tembaga tua dapat menurunkan kualitas sambungan
dan menurunkan kecepatan.
· Koneksi asimetris berarti waktu upload akan lebih lama daripada download.
· Layanan ini tidak terdapat di semua wilayah.


Klik disini untuk melanjutkan »»

Tarif Internet Mahal ?

Mahal atau Murahkah Internet di Indonesia ?
Mahal memang relatif. Internet di Indonesia memang masih lebih murah dibandingkan dengan di Inggris. Akses Internet di sana berkisar Rp.90.000,— per jam (sumber=e-life style MetroTV). Namun itu tidak bisa menjadi patokan, karena rata-rata penghasilan di Inggris jauh lebih besar dibandingkan dengan negara kita.



Sebenarnya Internet di Indonesia bisa menjadi lebih murah lagi. Syaratnya cuma dua.

* Tidak ada monopoli untuk TELKOM
* Membudayakan konten lokal

Sebetulnya telkom sendirilah yang mengkebiri perkembangan Internet di Indonesia. Bagaimana tidak, coba kita lihat salah satu contohnya. Akses Internet ADSL. Untuk provider lain diwajibkan membayar fee ke telkom Indonesia. Sehingga biaya yang harus dibayar pelanggan = biaya untuk provider + biaya untuk Telkom. Besaran fee Telkom untuk aktifasi Rp.150.000,— dan bulanannya Rp.200.000,-. Bisa anda lihat di Indonet, Centrin, dll. Dengan adanya kewajiban ini, tentu saat ini pilihan Internet ADSL termurah hanya Telkom Speedy.


Mahalnya Bandwith. Inilah kendala kedua. Karena Akses Internet di Indonesia mayoritas tertuju pada Amerika. Sedangkan harga bandwith itu cukup mahal. Hal ini hanya bisa ditekan jika kita menggalakkan konten lokal. Jadi, jika anda memiliki WebSite, WebBlog, dll, sebaiknya memilih hosting yang servernya berada di Indonesia. Selain mempercepat akses, jika terjadi gempa serupa taiwan yang memutuskan koneksi Indonesia beberapa minggu, WebSIte anda masih bisa diakses oleh masyarakat Indonesia.

Karena tidak ada pilihan lain, hari ini saya berlangganan Telkom Speedy.

Dan untuk hosting, jika kontrak dengan hosting yang lama sudah habis, kami (Agam, Qzoners, Pandu, SKI FKG, Ensiklopedia Islami) akan pindah ke server Indonesia. InsyaAllah.


JAKARTA (Bisnis.com): Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menjamin tidak akan menaikkan harga bandwidth Internet ke pelanggan, termasuk warung Internet meski krisis ekonomi tengah melanda dunia.

“Hingga saat ini saya pastikan harga bandwidth tidak akan naik sehingga secara otomatis harga Internet juga masih tetap,” ujar Ketua APJII Sylvia W. Sumarlin kepada bisnis.com hari ini.

Hal yang sama dikemukakan pemilik PJI terbesar di Bandung, Melsa.net Heru Nugroho bahwa pihaknya masih berusaha mempertahankan harga yang saat ini diberikan ke pelanggan.

Dengan adanya hal tersebut, maka dipastikan industri warung Internet ternyata tidak tersentuh dampak krisis mengingat penyelenggara jasa Internet belum menaikkan harga bandwidth.

Bandwidth merupakan komponen utama dari warnet dan memiliki kontribusi sekitar 30% bagi operasional usaha kecil menengah tersebut.

Ketua Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) Irwin Day mengungkapkan di sisi warnet tidak ada perubahan pada harga bandwidth sampai hari ini.

“Malah kecenderungan adalah dengan harga sama mendapatkan bandwidth lebih lebar. contoh di Speedy yang dulu 384kbps saat ini sudah 1 Mbps dengan harga yang sama,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, PJI seperti Biznet menjual layanan 1 Mbps serat optiknya dengan Rp1,7 juta yang merupakan harga yang sangat terjangkau bagi warnet.(api)

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Followers

Komentar Baru

Support by | Allianz